Artikel ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Ekologi Industri
Dosen Pengampu:
Abdul Malik Firdaus, S.KEL. M.I.L
AWESOME STANDING LAMP
Aktivitas manusia semakin hari semakin banyak. Dengan banyaknya hal-hal yang dilakukan manusia sebagai makhluk hidup, tentu saja akan menghasilkan produk sisa yang semakin banyak pula. Bermacam-macam limbah yang dihasilkan manusia, yaitu limbah cair dan limbah padat yang berupa plastik, kertas, dsb. Jika manusia hanya bisa menciptakan limbah tanpa mengendalikan dan memimalisir keberadaan limbah, maka hal itu akan mengancam kelangsungan hidup di bumi ini. Untuk itu perlu adanya pengolahan limbah secara tepat serta menerapkan prinsip 3R yaitu reuse, recycle, dan reduce.
Aktivitas manusia semakin hari semakin banyak. Dengan banyaknya hal-hal yang dilakukan manusia sebagai makhluk hidup, tentu saja akan menghasilkan produk sisa yang semakin banyak pula. Bermacam-macam limbah yang dihasilkan manusia, yaitu limbah cair dan limbah padat yang berupa plastik, kertas, dsb. Jika manusia hanya bisa menciptakan limbah tanpa mengendalikan dan memimalisir keberadaan limbah, maka hal itu akan mengancam kelangsungan hidup di bumi ini. Untuk itu perlu adanya pengolahan limbah secara tepat serta menerapkan prinsip 3R yaitu reuse, recycle, dan reduce.
Banyak kardus bekas yang tidak terpakai disekitar kita, yang sebenarnya dapat kita manfaatkan. Permasalahan yang sering ditemui adalah, bagaimana memanfaatkan kembali kardus-kardus bekas yang tersimpan di rumah. Terkadang ingin dibuang, tetapi takut jika diperlukan lagi, jika disimpan malah menjadi bingung akan dipakai untuk apa?
Membuat karya dengan kardus bekas sebenarnya dapat menghemat pengeluaran belanja dan yang lebih penting sebenarnya adalah kepuasan setelah menyelesaikannya. Mengolah kembali kardus bekas juga merupakan salah satu cara untuk mendukung gerakan lingkungan hidup yang dapat kita lakukan. Dengan desain dan teknik tertentu, mengolah kardus-kardus bekas akan menjadi lebih menyenangkan.
Ada banyak alternatif dalam memanfaatkan limbah ini, salah satunya adalah dengan menjadikan limbah tersebut menjadi furniture yang memiliki nilai estetika.
Selain memiliki kegunaan sebagai pencahayaan rumah, lampu dari limbah kardus ini juga memiliki nilai estetika. Dibandingkan harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membeli lampu rumah, memanfaatkan limbah dari kardus akan lebih hemat dan membantu mengurangi limbah yang membludak di muka bumi ini. Keuntungan lain yang bisa didapatkan dari mengolah kardus bekas ini yaitu kita dapat menjadikannya sebagai sumber penghasilan. Cara yang digunakan juga terbilang sederhana, yaitu:
1. Lubangi kardus bagian atas berbentuk lingkaran, dan bagian bawah kardus berbentuk persegi.
2. Lalu gambarlah menggunakan pensil beberapa pola seperti pohon atau kucing di sisi samping kardus, atau ke-empat sisi kardus juga boleh.
3. Kemudian lubangi pola-pola yang sudah digambar tadi menggunakan cutter dan gunting. Usahakan untuk memotongnya dengan rapi. Tujuannya agar jika lampu dinyalakan, akan tampak gambar cantik yang tersorot oleh cahaya lampu.
4. Selanjutnya, tutuplah pola pada kardus yang telah di lubangi tadi menggunakan kertas hvs, yang di tempel dari dalam kardus.
5. Rekatkan kertas dengan double tape, jika kurang kuat, gunakan lem.
6. Kemudian buat alas dengan kayu yang dipotong 15 x 10 cm dan kayu kecil untuk kaki kiri dan kanan. Jangan lupa tambahkan lubang kecil di tengah untuk kabel.
7. Pasanglah fitting di tengah kayu dengan mur, lalu pasang bohlam lampu.
8. Terakhir, pasang kardus tadi diatas papan dengan lampu.
Pertanyaan:
Bagaimana produk ini bisa dikatakan ramah lingkungan?
Jawaban:
Produk ini merupakan produk yang ramah lingkungan karena bahan yang digunakan berasal dari limbah yang tak terpakai atau dalam hal ini adalah kardus bekas. Dengan mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna inilah kita telah menerapkan prinsip 3R, yaitu reuse, recycle, reduce. Karena limbah yang digunakan adalah kardus, maka akan mudah terurai jika sudah tidak bisa digunakan lagi. Selain itu, produk ini tidak mencemari lingkungan karena bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan yang sederhana. Ketika produk ini sudah tidak terpakai, maka kita bisa membuat kerajinan dari bahan yang sama, contohnya bingkai foto atau miniatur lucu.
Pertanyaan:
Bagaimana produk ini bisa dikatakan ramah lingkungan?
Jawaban:
Produk ini merupakan produk yang ramah lingkungan karena bahan yang digunakan berasal dari limbah yang tak terpakai atau dalam hal ini adalah kardus bekas. Dengan mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna inilah kita telah menerapkan prinsip 3R, yaitu reuse, recycle, reduce. Karena limbah yang digunakan adalah kardus, maka akan mudah terurai jika sudah tidak bisa digunakan lagi. Selain itu, produk ini tidak mencemari lingkungan karena bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan yang sederhana. Ketika produk ini sudah tidak terpakai, maka kita bisa membuat kerajinan dari bahan yang sama, contohnya bingkai foto atau miniatur lucu.
Saran bagi produk:
Menurut analisa penulis, produk yang dihasikan dari limbah kardus ini cukup bermanfaat. Namun, penulis menyayangkan masih adanya penggunaan listrik. Untuk lebih menghemat energi listrik yang digunakan, penulis menyarankan untuk mengganti sumber energi lampu dengan cara yang sederhana. Terinspirasi dari lampu penerangan yang dibuat oleh insinyur muda asal Filipina Raphael Mijeno dan Aisa Mijeno, yaitu Sustainable Alternative Lighting atau yang disingkat SALt Lamp.
Menurut analisa penulis, produk yang dihasikan dari limbah kardus ini cukup bermanfaat. Namun, penulis menyayangkan masih adanya penggunaan listrik. Untuk lebih menghemat energi listrik yang digunakan, penulis menyarankan untuk mengganti sumber energi lampu dengan cara yang sederhana. Terinspirasi dari lampu penerangan yang dibuat oleh insinyur muda asal Filipina Raphael Mijeno dan Aisa Mijeno, yaitu Sustainable Alternative Lighting atau yang disingkat SALt Lamp.
Lampu penerangan yang dinamakan SALt Lamp ini merupakan produk yang ramah lingkungan serta dirancang ekologis dengan hanya menggunakan garam dapur serta air keran. Bahan yang mudah didapatkan dan mampu memberi penerangan hingga 8 jam hanya dengan dua sendok makan garam dicampur 1 gelas air. Lampu ini menggunakan prinsip kerja di balik sel Galvanic, dasar dari pembuatan baterai dalam mengubah elektrolit ke pemecahan larutan garam sebagai pendekatan yang tidak beracun, dan aman terhindar dari insiden tragis seperti kebakaran yang disebabkan oleh lilin dan lampu minyak tanah. Metode ini dapat digunakan sebagai pengganti listrik pada lampu yang terbuat dari kardus tersebut. Caranya dengan memasukkan SALt Lamp pada kerangka lampu yang telah dibuat dari kardus. Dengan demikian, pemakaian energi listrik dapat dikurangi.
Referensi:
Profil Penulis:
Nama : Msy Cahaya Dinda Pamungkas
NIM : 1201162112
Kelas : TI-40-11
NIM : 1201162112
Kelas : TI-40-11
Fakultas Rekayasa Industri
Program Studi Teknik Industri
