Kamis, 01 Desember 2016

Enlighten Your Home with this Waste!

Artikel ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Ekologi Industri

Dosen Pengampu:
Abdul Malik Firdaus, S.KEL. M.I.L


AWESOME STANDING LAMP

Aktivitas manusia semakin hari semakin banyak. Dengan banyaknya hal-hal yang dilakukan manusia sebagai makhluk hidup, tentu saja akan menghasilkan produk sisa yang semakin banyak pula. Bermacam-macam limbah yang dihasilkan manusia, yaitu limbah cair dan limbah padat yang berupa plastik, kertas, dsb. Jika manusia hanya bisa menciptakan limbah tanpa mengendalikan dan memimalisir keberadaan limbah, maka hal itu akan mengancam kelangsungan hidup di bumi ini. Untuk itu perlu adanya pengolahan limbah secara tepat serta menerapkan prinsip 3R yaitu reuse, recycle, dan reduce.

Banyak kardus bekas yang tidak terpakai disekitar kita, yang sebenarnya dapat kita manfaatkan. Permasalahan yang sering ditemui adalah, bagaimana memanfaatkan kembali kardus-kardus bekas yang tersimpan di rumah. Terkadang ingin dibuang, tetapi takut jika diperlukan lagi, jika disimpan malah menjadi bingung akan dipakai untuk apa?
Membuat karya dengan kardus bekas sebenarnya dapat menghemat pengeluaran belanja dan yang lebih penting sebenarnya adalah kepuasan setelah menyelesaikannya. Mengolah kembali kardus bekas juga merupakan salah satu cara untuk mendukung gerakan lingkungan hidup yang dapat kita lakukan. Dengan desain dan teknik tertentu, mengolah kardus-kardus bekas akan menjadi lebih menyenangkan. 

Ada banyak alternatif dalam memanfaatkan limbah ini, salah satunya adalah dengan menjadikan limbah tersebut menjadi furniture yang memiliki nilai estetika.



Selain memiliki kegunaan sebagai pencahayaan rumah, lampu dari limbah kardus ini juga memiliki nilai estetika. Dibandingkan harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membeli lampu rumah, memanfaatkan limbah dari kardus akan lebih hemat dan membantu mengurangi limbah yang membludak di muka bumi ini. Keuntungan lain yang bisa didapatkan dari mengolah kardus bekas ini yaitu kita dapat menjadikannya sebagai sumber penghasilan. Cara yang digunakan juga terbilang sederhana, yaitu: 

1. Lubangi kardus bagian atas berbentuk lingkaran, dan bagian bawah kardus berbentuk persegi.
2. Lalu gambarlah menggunakan pensil beberapa pola seperti pohon atau kucing di sisi samping kardus, atau ke-empat sisi kardus juga boleh.
3. Kemudian lubangi pola-pola yang sudah digambar tadi menggunakan cutter dan gunting. Usahakan untuk memotongnya dengan rapi. Tujuannya agar jika lampu dinyalakan, akan tampak gambar cantik yang tersorot oleh cahaya lampu.
4. Selanjutnya, tutuplah pola pada kardus yang telah di lubangi tadi menggunakan kertas hvs, yang di tempel dari dalam kardus.
5. Rekatkan kertas dengan double tape, jika kurang kuat, gunakan lem.
6. Kemudian buat alas dengan kayu yang dipotong 15 x 10 cm dan kayu kecil untuk kaki kiri dan kanan. Jangan lupa tambahkan lubang kecil di tengah untuk kabel.
7. Pasanglah fitting di tengah kayu dengan mur, lalu pasang bohlam lampu.
8. Terakhir, pasang kardus tadi diatas papan dengan lampu.


Pertanyaan:

Bagaimana produk ini bisa dikatakan ramah lingkungan?

Jawaban:

Produk ini merupakan produk yang ramah lingkungan karena bahan yang digunakan berasal dari limbah yang tak terpakai atau dalam hal ini adalah kardus bekas. Dengan mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna inilah kita telah menerapkan prinsip 3R, yaitu reuse, recycle, reduce. Karena limbah yang digunakan adalah kardus, maka akan mudah terurai jika sudah tidak bisa digunakan lagi. Selain itu, produk ini tidak mencemari lingkungan karena bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan yang sederhana. Ketika produk ini sudah tidak terpakai, maka kita bisa membuat kerajinan dari bahan yang sama, contohnya bingkai foto atau miniatur lucu.



Saran bagi produk:

Menurut analisa penulis, produk yang dihasikan dari limbah kardus ini cukup bermanfaat. Namun, penulis menyayangkan masih adanya penggunaan listrik. Untuk lebih menghemat energi listrik yang digunakan, penulis menyarankan untuk mengganti sumber energi lampu dengan cara yang sederhana. Terinspirasi dari lampu penerangan yang dibuat oleh insinyur muda asal Filipina Raphael Mijeno dan Aisa Mijeno, yaitu Sustainable Alternative Lighting atau yang disingkat SALt Lamp.


Lampu penerangan yang dinamakan SALt Lamp ini merupakan produk yang ramah lingkungan serta dirancang ekologis dengan hanya menggunakan garam dapur serta air keran. Bahan yang mudah didapatkan dan mampu memberi penerangan hingga 8 jam hanya dengan dua sendok makan garam dicampur 1 gelas air. Lampu ini menggunakan prinsip kerja di balik sel Galvanic, dasar dari pembuatan baterai dalam mengubah elektrolit ke pemecahan larutan garam sebagai pendekatan yang tidak beracun, dan aman terhindar dari insiden tragis seperti kebakaran yang disebabkan oleh lilin dan lampu minyak tanah. Metode ini dapat digunakan sebagai pengganti listrik pada lampu yang terbuat dari kardus tersebut. Caranya dengan memasukkan SALt Lamp pada kerangka lampu yang telah dibuat dari kardus. Dengan demikian, pemakaian energi listrik dapat dikurangi.



Referensi:


Profil Penulis:
Nama : Msy Cahaya Dinda Pamungkas
NIM   : 1201162112
Kelas  : TI-40-11
Fakultas Rekayasa Industri
Program Studi Teknik Industri

61 komentar:

  1. Apakah lampu yang digunakan hemat energi pula? Berapa lama umur dr produk ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelumnya terimakasih telah menanggapi. Tentu saja lampu yang digunakan dapat menghemat energi terutama energi listrik, karena lampu ini terbuat dari bahan dasar air dan garam sehingga tidak perlu menggunakan listrik lagi. Untuk umur produk, tergantung bagaimana kita merawatnya.

      Hapus
  2. nice info, berapa watt kah lampu yang digunakan? apakah produk ini aman?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya. Untuk daya pada lampu, bisa disesuaikan dengan berapa banyak bahan yang akan digunakan, namun, umumnya lampu yang dibuat oleh insinyur muda asal Filiphina ini memuat daya hingga 15watt. Produk ini aman karena tidak menggunakan zat kimia berbahaya dan justru malah memanfaatkan limbah, selain itu lampu ini menggunakan prinsip kerja di balik sel Galvanic, dasar dari pembuatan baterai dalam mengubah elektrolit ke pemecahan larutan garam sebagai pendekatan yang tidak beracun, dan aman terhindar dari insiden tragis seperti kebakaran yang disebabkan oleh lilin dan lampu minyak tanah.

      Hapus
  3. Artikel yang berguna:) tingkatkan lagi dan lebih sering ya share info2 yg bisa bermanfaat :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih telah menyempatkan membaca artikel ini, semoga bermanfaat.

      Hapus
  4. berguna sekali, semoga bermanfaat untuk kita semua:))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih telah menyempatkan membaca artikel ini, semoga bermanfaat.

      Hapus
  5. apakah harus menggunakan jenis lampu tertentu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih telah menanggapi. Jenis lampu yang digunakan bisa apa saja, yang terpenting adalah bahan dasar untuk pembuatan energi pada lampu tersebut.

      Hapus
  6. jenis kardus apakah yg digunakan?agar produk tersebut bisa bertaham lama dan kokoh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya. Kardus yang digunakan bisa jenis apa saja. Namun, agar produk ini bisa bertahan lama dan kokoh sebaiknya menggunakan jenis kardus yang bertekstur kokoh serta tebal agar tidak mudah rusak.

      Hapus
  7. apakah produk ini dapat digunakan untuk jangka panjang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyannya. Produk ini dapat digunakan dalam jangka panjang apabila dirawat dengan benar serta rajin membuat sumber daya lampunya.

      Hapus
  8. Apa untungnya bila ini di kembangkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyannya. Produk ini memiliki banyak keuntungan apabila dikembangkan seperti yang telah dijelaskan pada artikel di atas, salah satunya adalah dapat meminimalisir limbah yang ada.

      Hapus
  9. Wow inovatif sekali! namun adakah kekurangan dari produk tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas tanggapannya. Setiap produk pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Kekurangan dari produk ini adalah kendala ketika membuat SALt Lamp nya, karena membutuhkan waktu dan juga ketelatenan. Karena ini merupakan produk yang tidak instan, maka hasil yang dikeluarkan juga tidak sebaik lampu listrik dan hanya bertahan 8 jam saja.

      Hapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Bagus infonya! Produk ini terbuat dari kardus. Bagaimana ketahanan produk ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih telah menanggapi. Untuk ketahanan dari produk ini tergantung bagaimana pemakai merawatnya.

      Hapus
  12. Thanks, infonya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  13. Thanks, infonya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  14. Balasan
    1. Terimakasih atas tanggapannya. Setiap produk pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Kekurangan dari produk ini adalah kendala ketika membuat SALt Lamp nya, karena membutuhkan waktu dan juga ketelatenan. Karena ini merupakan produk yang tidak instan, maka hasil yang dikeluarkan juga tidak sebaik lampu listrik dan hanya bertahan 8 jam saja.

      Hapus
  15. apakah untuk mengkokohkan kardus tidak butuh zat kimia?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya. Untuk mengokohkan kardus sebenarnya tidak perlu menggunakan zat kimia berbahaya, karena hanya hanya membutuhkan bahan ringan seperti lem. Untuk SALt Lamp, seperti telah disebutkan di atas mengingat bahan yang digunakan merupakan bahan yang sederhana dan menggunakan prinsip kerja dibalik sel galvanic.

      Hapus
  16. Artikel yang bermanfaat dan menambah kesardaran akan sebuah limbah yang tidak sehat terhadap lingkungan ,di tunggu artikel yang lain ya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, terimakasih banyak atas tanggapan serta telah menyempatkan diri membaca artikel ini.

      Hapus
  17. artikel sangat bermanfaat dan juga menambah estetika terhadap ruangan bagi yang menggunakanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih telah membaca artikel ini serta memberikan tanggapan yang berkesan.

      Hapus
  18. mengapa menggunakan garam? apakah dapat menggunakan jenis bahan lain sebagai pengganti listrik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya. Karena garam merupakan elektrolit kuat, dan dasar dari pembuatan baterai dalam mengubah elektrolit ke pemecahan larutan garam sebagai pendekatan yang tidak beracun, dan aman terhindar dari insiden tragis seperti kebakaran yang disebabkan oleh lilin dan lampu minyak tanah.

      Hapus
  19. Bagaimana cara anda menarik konsumen dengan produk anda padahal banyak produk lain yang menjai saingan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya. Caranya adalah dengan menginformasikan keunggulan-keunggulan dari produk ini kepada masyarakat dan membuat iklan yang menarik minat konsumen.

      Hapus
  20. Dalam artikel ini dikatakan cara kerja SAlt Lamp menggunakan sel galvanic, dengan ini apakah SAlt Lamp menggunakan cara kerja yang sama dengan accu?

    BalasHapus
  21. Bagaimana cara menarik minat masyarakat untuk memakai profuk ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya. Caranya adalah dengan menginformasikan keunggulan-keunggulan dari produk ini kepada masyarakat dan membuat iklan yang menarik minat konsumen.

      Hapus
  22. Kardus yg dipakai hanya jenis kardus tertentu saja atau semua kardus dapat digunakan untuk membuat produk ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya. Kardus yang digunakan bisa jenis apa saja. Namun, agar produk ini bisa bertahan lama dan kokoh sebaiknya menggunakan jenis kardus yang bertekstur kokoh serta tebal agar tidak mudah rusak.

      Hapus
  23. Widih keren nih.. Selain darii estetika? apakah inii berfungsi sebagai pengefesiensian penggunaan daya listrik juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas tanggapannya. Selain estetika, tentu saja produk ini juga berfungsi sebagai pengefisienan penggunaan daya listrik, karena prinsip kerja produk ini tidak menggunakan energi listrik sama sekali. Oleh karena itu, disebutkan pada artikel ini bahwa Standing Lamp dari limbah ini juga dapat mengurangi penggunaan energi listrik.

      Hapus
  24. Bagai mana jika produk ini sudah tidak dipakai apakah masih bisa di daur ulang kembali?

    BalasHapus
  25. apakah lampu yang digunakan hemat energi juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelumnya terimakasih telah menanggapi. Tentu saja lampu yang digunakan dapat menghemat energi terutama energi listrik, karena lampu ini terbuat dari bahan dasar air dan garam sehingga tidak perlu menggunakan listrik lagi.

      Hapus
  26. Berapa harga jual dari produk ini?

    BalasHapus
  27. ramah lingkungan seperti apa yg dimaksudkan dalam produk tesebut?

    BalasHapus
  28. Adakah kelebihan lain yang dapat menarik minat masyarakat dan meningkatkan daya saing dengan produk sejenis pada umumnya?

    BalasHapus
  29. sangat menarik sekali, apaakah ada ketentuan khusus untuk jenis kardus yang dapat di gunakan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya. Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus, kardus yang digunakan bisa jenis apa saja. Namun, agar produk ini bisa bertahan lama dan kokoh sebaiknya menggunakan jenis kardus yang bertekstur kokoh serta tebal agar tidak mudah rusak.

      Hapus
  30. Walaupun dapat memanfaatkan limbah dari kardus,apa energi yang digunakan dapat menghemat energi listrik untuk penggunanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih pertanyannya. Seperti yang telah dijelaskan pada artikel ini, tentu saja lampu yang digunakan dapat menghemat energi terutama energi listrik, karena lampu ini terbuat dari bahan dasar air dan garam sehingga tidak perlu menggunakan listrik lagi.

      Hapus
  31. Ide yang cukup bagus. Bagaimana proses apabila diproduksi masal? kemudian bagaimana penanganan produk setelah sudah tidka terpakai? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas tanggapan dan pertanyaannya. Jika dilakukan produksi masal pada produk ini maka diperlukan tambahan sumber daya baik dari sisi sumber daya manusia untuk proses pembuatan, sumber daya bahan baku sebagai material awal untuk pembuatan dan sumber daya investasi berupa pembelian alat untuk proses pembuatan sehingga dapat membuat produk dengan standarisasi yang baik, berkualitas serta dapat memenuhi permintaan. Selain itu tetap harus memperhatikan beberapa aspek seperti aspek pemasaran, aspek teknis, aspek sumber daya manusia, aspek legalitas dan aspek finansial agar jika dilakukan produksi masal akan layak dan sustain untuk dijalankan.
      Untuk penanganan produk setelah tidak terpakai, kerangka dari standing lamp ini menggunakan limbah kardus dimana jenis limbah ini mudah terurai, namun jika sudah tidak terpakai sebagai kerangka standing lamp kardus ini bisa diolah kembali menjadi kerajinan tangan yang juga memiliki nilai jual dan estetika, contohnya bisa dibuat menjadi celengan, bingkai foto, dan prakarya unik lainnya. Untuk SALt Lamp nya sendiri, bisa diisi garam dan air secara berkelanjutan agar lampu dapat terus digunakan, apabila benar-benar tidak bisa dipakai lagi maka wadahnya dapat diisi tanah dan dijadikan pot bunga untuk menghiasi rumah atau dapat juga dijadikan sebagai alternatif lain yang disesuaikan dengan penggunaannya.

      Hapus
  32. Terimakasih banyak telah membaca artikel ini.

    BalasHapus
  33. Bagaimana strategi pemasaran dalam memasarkan produk ini jika melihat dari sisi STP (Segmenting, Targeting, & Positioning) mengingat produk ini menerapkan prinsip reduce, reuse & recycle dalam penggunaannya ? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya. Dari segi segmentasi dapat dibedakan menjadi demografi, psikografi dan geografi. Dimana dari sisi geografi produk ini akan diapasarkan secara bertahap dari wilayah bandung, jawab barat lalu ekspansi ke seluruh indonesia. Dari sisi demografi prduk ini cocok digunakan untuk laki-laki maupun perempuan, di rentang usia 15 tahun ke atas baik yang suduah bekerja maupun belum bekerja. Dari sisi psikografi produk ini cocok digunakan pada konsumen yang sering mengalami putus listrik dikarenakan infrastruuktur maupun sebagai lampu tidur hingga lampu belajar.
      dari sisi targeting produk ini dapat dibeli seluruh kalangan dikarenakan harga jual yang akan ditawarkan terjangkau dan cocok digunakan baik di dalam ruangan maupun diluar ruangan. Salah satu strategi tartgetting adalah dengan mendesain produk dengan nilai estetika yang baik tidak hanya untuk digunakan di dalam ruangan tetapi juga untuk diluar ruangan sehingga market dari produk ini lebih luas dan beragam user dapat menggunakannya.
      dari sisi positioning produk ini dapat menggunakan slogan reuse, reduce dan recycle sebagai tagline dalam membangun brand awareness yang dapat menarik minat para pecinta alam yang suka berkemah dan berpetualang sehingga tidak perlu menggunakan baterai atau senter dan lebih natural. Produk ini sendiri menggunakan bahan dari alam yang ramah lingkungan dan mudah didapat sehingga relatif lebih murah dibandingkan produk lain.

      Hapus
  34. informasi yang samgat bermanfaat di tengah gempuran sampah rumah tangga yang menjadi masalah utama , keep sharrinh

    BalasHapus